Pengaruh Perbedaan Metode Ekstraksi Rimpang Kunyit (Curcuma domestica) Terhadap Rendemen dan Skrining Fitokimia

  • Arista Wahyu Ningsih STIKES RS Anwar Medika
  • Iif Hanifa Nurrosyidah STIKES Rumah Sakit Anwar Medika
  • A'Yunil Hisbiyah STIKES Rumah Sakit Anwar Medika

Abstract

Kunir, kunyit (Curcuma domestica) adalah tanaman yang berada di daerah Asia Tenggara yang digunakan sebagai tanaman rempah dan obat. Tanaman ini kemudian mengalami perseberan ke Indonesia. Kunyit adalah tanaman obat yang memiliki peluang untuk dieksplorasi dalam pemanfaatannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui ada  perbedaan metode ekstraksi maserasi dan remaserasi memiliki pengaruh terhadap % rendemen ekstrak dan skrining fitokimianya. Hasil rendemen paling tinggi adalah rendemen dengan menggunakan metode ekstraksi remaserasi sebesar 23.3% sedangkan ekstraksi menggunakan maserasi menghasilkan rendemen ekstrak sebesar 22%. Hasil uji penapisan fitokimia terhadap ekstrak rimpang kunyit dengan teknik remaserasi dan maserasi keduanya sama-sama mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, tannin, polifenol, antrakuinon, triterpenoid dan steroid. Hasil dari analisis kualitatif dengan metode penapisan fitokimia menunjukkan bahwa metode ekstaraksi maserasi dan remaserasi tidak mempengaruhi kandungan senyawa kimia dalam tumbuhan tetapi mempengaruhi % rendemen ekstrak yang dihasilkan.


Kata kunci : Rendemen, maserasi, remaserasi

Downloads

Download data is not yet available.
Published
Jun 30, 2020
How to Cite
NINGSIH, Arista Wahyu; NURROSYIDAH, Iif Hanifa; HISBIYAH, A'Yunil. Pengaruh Perbedaan Metode Ekstraksi Rimpang Kunyit (Curcuma domestica) Terhadap Rendemen dan Skrining Fitokimia. Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika (J-PhAM), [S.l.], v. 2, n. 2, p. 96-104, june 2020. ISSN 2684-7361. Available at: <http://jurnal.stikesrsanwarmedika.ac.id/index.php/jpcam/article/view/27>. Date accessed: 06 june 2026. doi: http://dx.doi.org/10.36932/jpcam.v2i2.27.